Pertemuan 9

Nama : Dini Aulia

Nim : 1860304241037

Seputar Mimpi

 Pengertian secara bahasa dan etimologi. Menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Praktis (Yuwono, 1994), mimpi adalah sesuatu yang dialami seseorang pada waktu atau saat tidur. Sementara itu, menurut Nir dan Tononi (2009), mimpi merupakan pengalaman psikologis yang terjadi dalam tidur seseorang. Mimpi menunjukkan bagaimana otak manusia yang tidak terhubung dengan lingkungan sekitarnya tersebut dapat mengalami kondisi dunia sadar dengan sendirinya. Mimpi terjadi dengan hadirnya gambaran, ide, emosi, dan sensasi yang terjadi di luar kendali subjek dalam kondisi tidurnya. hal yang paling mencolok dari pengalaman kesadaran dalam kondisi tidur adalah sedemikian miripnya dunia yang hadir dalam mimpi dengan kondisi nyata saat tidak tidur (wakefulness).

Mimpi dalam bahasa Arab ru’ya ( الرؤيا) adalah mufrad dari “ ”ىَؤُرyang berarti “sesuatu yang dilihat manusia dalam tidurnya”. Dikatakan ُمُلُلحْا“ ”

artinyaالر اَؤي (mimpi) sedang bentuk jamaknya adalah “ مَالْحi (al-Uraini, 2003).

Mimpi sering juga disebut dengan ar-ru’ya, dan juga hulm. Hanya saja arru’ya biasanya dipakai untuk mimpi yang dialami oleh orang-orang shalih seperti halnya para Nabi. Mimpi merupakan aktifitas mental yang beroperasi ketika seseorang tidur. 

Adapun pengertian mimpi dalam terminologi banyak dikemukakan oleh para ahli atau pakar ilmu agama yang masing-masing definisi memiliki aspek kesamaan dan perbedaan. Mimpi merupakan pengalaman psikologis yang terjadi dalam tidur seseorang. Mimpi menunjukkan bagaimana otak manusia yang tidak terhubung dengan lingkungan sekitarnya tersebut dapat mengalami kondisi dunia sadar dengan sendirinya (Tononi, 2009). Mimpi terjadi dengan hadirnya gambaran, ide, emosi, dan sensasi yang terjadi di luar kendali subjek dalam kondisi tidurnya. mimpi dalam psikologi Islam adalah sebuah hal yang diakui keberadaannya karena terdapat dalam kedua sumber ajaran Islam yang tentunya memiliki fungsi dan tujuan, bahkan mimpi adalah bagian dari kenabian yang merupakan wahyu yang pertama seperti yang dikatakan oleh Ummul mukminin`Aisyah ra. Dari Aisyah beliau berkata: “Awal permulaan wahyu adalah penglihatan yang dalam tidur yang benar, Ia tidak melihat dalam mimpinya kecuali sebagaimana datang fajar kemudian Ia senang menyepi di gua Hira beliau melakukan tahannus untuk beberapa malam sebelum kembali kepada isterinya (Khadijah ra.)” . 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar