gabungan komunikasi

 Keterkaitan dan Sinergi:

  1. Retorika sebagai Alat dalam Komunikasi Antarbudaya:

    • Dalam konteks komunikasi antarbudaya, prinsip-prinsip retorika menjadi sangat relevan. Untuk berhasil menyampaikan pesan dan mencapai tujuan persuasif di tengah audiens yang beragam budaya, seorang komunikator (retor) perlu memahami perbedaan budaya dan menyesuaikan strategi retorikanya.

    • Misalnya, apa yang dianggap sebagai argumen logis, etos yang kredibel, atau pathos yang menyentuh emosi bisa sangat bervariasi antarbudaya. Retorika menyediakan kerangka kerja untuk memilih materi bahasa, gaya bahasa, dan cara penyampaian yang sesuai dengan nilai-nilai dan harapan budaya audiens.

    • Penerapan retorika dalam komunikasi antarbudaya melibatkan sensitivitas terhadap nuansa bahasa, simbolisme, dan etiket komunikasi yang berlaku dalam budaya lain.

  2. Budaya Membentuk Retorika:

    • Teori komunikasi antarbudaya menegaskan bahwa budaya secara fundamental membentuk skema kognitif, tujuan, strategi tindakan, dan proses interaksi. Ini berarti bahwa cara orang membangun argumen, menggunakan gaya bahasa, dan mencoba membujuk orang lain (aspek retorika) sangat dipengaruhi oleh latar belakang budaya mereka.

    • Misalnya, dalam budaya kolektivis, argumen yang menekankan harmoni kelompok atau kepentingan bersama mungkin lebih persuasif daripada argumen yang menekankan individualisme. Demikian pula, penggunaan metafora atau cerita dalam retorika bisa memiliki makna dan dampak yang berbeda di berbagai budaya.

  3. Meminimalisir Hambatan dan Meningkatkan Efektivitas:

    • Kombinasi kedua teori ini memungkinkan komunikator untuk tidak hanya menyusun pesan yang persuasif, tetapi juga menyampaikannya dengan cara yang peka budaya dan dapat diterima.

    • Dengan memahami hambatan komunikasi antarbudaya (seperti perbedaan bahasa, persepsi, atau norma non-verbal), seorang retor dapat mengadaptasi strategi persuasifnya untuk mengatasi hambatan tersebut dan meningkatkan efektivitas komunikasinya.

    • Teori Kecemasan dan Ketidakpastian dalam komunikasi antarbudaya, misalnya, dapat memberikan wawasan tentang bagaimana mengurangi ketidakpastian dalam interaksi dengan orang dari budaya lain, yang pada gilirannya dapat membuat pesan retorika lebih mudah diterima.

  4. Seni dan Seni Bertutur Kata:

    • Retorika sering disebut sebagai "seni berbicara" atau "seni bertutur kata." Dalam konteks antarbudaya, seni ini menjadi lebih kompleks karena melibatkan navigasi di antara sistem makna yang berbeda.

    • Seseorang yang menguasai retorika dalam konteks antarbudaya adalah seseorang yang tidak hanya mampu menyusun pesan yang meyakinkan, tetapi juga memahaminya dalam kerangka budaya audiensnya.

Singkatnya, teori komunikasi antarbudaya memberikan konteks dan pemahaman mendalam tentang audiens yang beragam, sedangkan komunikasi retorika menawarkan alat dan strategi untuk merancang dan menyampaikan pesan yang persuasif. Keduanya saling melengkapi untuk mencapai komunikasi yang efektif dan harmonis, terutama dalam situasi di mana perbedaan budaya memainkan peran penting.

tiga teori komunikasi

A. Teori agenda setting 

Dalam ilmu komunikasi massa menjelaskan bagaimana media massa dapat mempengaruhi persepsi publik tentang isu-isu penting. Media tidak selalu memberitahu kita apa yang harus dipikirkan, tetapi mereka seringkali berhasil menentukan apa yang harus kita pikirkan dengan cara menyoroti isu-isu tertentu dan mengarahkan perhatian publik pada isu-isu tersebut. 

Teori agenda setting berpendapat bahwa media massa memiliki kemampuan untuk membentuk agenda publik, yaitu isu-isu yang dianggap penting oleh masyarakat. Media melakukannya dengan memilih dan menyoroti isu-isu tertentu dalam pemberitaan mereka, sehingga isu-isu tersebut menjadi topik yang dibicarakan dan diperhatikan oleh publik. 

Jenis Agenda Setting:

1.) Agenda setting media: Media menentukan isu apa yang akan menjadi perhatian publik.

2.) Agenda setting publik: Masyarakat menentukan isu apa yang dianggap penting.

3.) Agenda setting kebijakan: Keputusan pembuat kebijakan publik dipengaruhi oleh agenda publik dan media. 

Contoh: Jika media secara konsisten memberitakan isu kebersihan lingkungan, maka masyarakat cenderung akan menganggap isu tersebut penting dan mulai memperhatikannya. 

Teori ini membantu memahami bagaimana media massa membentuk persepsi publik tentang berbagai isu. Teori ini dapat digunakan untuk menganalisis isu-isu yang sedang hangat dibicarakan dan bagaimana media mempengaruhi perhatian publik terhadap isu-isu tersebut. Teori ini dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang isu-isu penting yang mungkin tidak banyak diperhatikan sebelumnya. 

Teori agenda setting adalah alat yang berguna untuk memahami bagaimana media massa mempengaruhi persepsi publik tentang isu-isu penting. Dengan memahami teori ini, kita dapat menjadi lebih kritis terhadap informasi yang kita terima dari media dan lebih memahami bagaimana media membentuk pandangan kita tentang dunia. 

Landasan teori ini berasal dari hasil kajian pemilihan umum di Amerika Serikat pada tahun 1968 yang bernama 'The Chapel Hill study'. McCombs dan Shaw menemukan adanya hubungan yang kuat antara pemikiran seratus penghuni di Kota Chapel Hill dengan isu terpenting pada pemilihan dan isu berita terpenting yang disiarkan oleh media berita lokal.

Namun, jauh sebelum McCombs dan Shaw mempublikasinya di tahun 1968, dalam bukunya Walter Lippmann yang berjudul Public Opinion terbitan tahun 1922 menjadi cikal bakal paling awal yang bisa dilacak tentang kajian teori agenda setting ini. Di dalam bab pertama dari buku tersebut, Lipmann berargumen jika media massa adalah penghubung utama antara peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia dengan gambaran tentang apa yang dipikirkan orang-orang luas. Tanpa sekalipun menyebut istilah 'agenda setting', Walter Lippmann telah menuliskan apa yang hari ini kita pahami sebagai 'agenda setting'. Menurut Lippmann, masyarakat tidak menanggapi peristiwa aktual di lingkungan tetapi lingkungan semu, yang merupakan istilah yang mengacu pada 'gambaran yang ada di benak kita'.

Melanjutkan bukunya Lippmann, Bernard Cohen melakukan observasi pada tahun 1963 dan membuat sebuah pernyataan fenomenal yang kira-kira maknanya seperti ini: pers mungkin tidak sungguh-sungguh mampu menyebutkan hal penting apa yang seharusnya dipikirkan (what to think) kepada khalayak audiensnya, tetapi benar-benar berhasil dalam menentukan isu apa yang mereka pikirkan (what to think about).

B. Teori Komunikasi Organisasi

Komunikasi organisasi adalah bidang studi yang mempelajari bagaimana informasi dikelola dan disebarkan dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Teori-teori komunikasi organisasi membantu menjelaskan berbagai aspek komunikasi dalam konteks organisasi, termasuk bagaimana pesan disampaikan, diproses, dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. 

Beberapa teori utama dalam komunikasi organisasi meliputi:

1.) Teori Struktural Klasik: dikenal sebagai teori mesin, menekankan pentingnya struktur organisasi yang jelas dan hierarki dalam komunikasi. Fokusnya adalah pada efisiensi dan efektivitas melalui pembagian kerja dan rantai komando yang terdefinisi dengan baik, menurut BINUS UNIVERSITY. 

2.) Teori Neoklasik (Hubungan Manusia): Teori ini muncul sebagai reaksi terhadap teori klasik, menekankan pentingnya hubungan antar manusia dan kebutuhan individu dalam organisasi. Fokusnya adalah pada interaksi sosial, motivasi, dan kepuasan kerja, menurut BINUS UNIVERSITY. 

3.) Teori Sistem: Teori ini melihat organisasi sebagai sistem yang kompleks, di mana berbagai bagian saling terkait dan saling mempengaruhi. Komunikasi dianggap sebagai proses vital untuk menjaga keseimbangan dan adaptasi organisasi terhadap lingkungannya, menurut BINUS UNIVERSITY. 

4.) Teori Peniti Penyambung (Linking Pin Model): dikembangkan oleh Rensis Likert, teori ini menggambarkan struktur organisasi yang terhubung melalui beberapa kelompok. Beberapa penyelia (supervisor) berfungsi sebagai penghubung antara kelompok-kelompok tersebut, menjaga komunikasi dan koordinasi antar kelompok kerja, menurut UMSU. 

5.) Teori Fusi: dikembangkan oleh Bakke dan Argyris, berpendapat bahwa ada ketidaksesuaian antara kebutuhan individu dan tujuan organisasi. Organisasi harus berusaha menyelaraskan kebutuhan individu dengan tujuan organisasi agar tercipta keharmonisan dan produktivitas, menurut Repository UNIKOM. 

6.) Teori Public Relations: berfokus pada upaya organisasi untuk membangun dan memelihara hubungan baik dengan publik internal (karyawan) dan eksternal (masyarakat umum, pelanggan, dll.), menurut Sampoerna University. 

7.) Teori Kepemimpinan: menekankan pentingnya gaya kepemimpinan yang efektif dalam komunikasi organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Pemimpin yang baik mampu memahami dan memenuhi kebutuhan kelompoknya, serta memfasilitasi komunikasi yang efektif.

 Jenis-jenis komunikasi dalam organisasi, seperti:

1.) Komunikasi Vertikal: Meliputi komunikasi ke bawah (dari atasan ke bawahan) dan komunikasi ke atas (dari bawahan ke atasan), menurut 168Solution.

2.) Komunikasi Horizontal: Terjadi antar individu atau kelompok pada level yang sama dalam organisasi, menurut 168Solution.

3.) Komunikasi Diagonal: Melibatkan komunikasi antara individu atau kelompok pada level yang berbeda dan tidak mengikuti hierarki organisasi

Teori ini menekankan pentingnya hubungan interpersonal dan kebutuhan sosial karyawan dalam organisasi. Faktor manusia dianggap penting untuk meningkatkan kinerja organisasi.

Contoh: Program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama tim dan kepuasan kerja karyawan.

C. Teori Komunikasi Antar Budaya

Teori Komunikasi Antar Budaya adalah bagaimana perbedaan budaya mempengaruhi proses komunikasi antara individu atau kelompok. Teori ini berfokus pada bagaimana norma, nilai, dan perspektif budaya membentuk gaya komunikasi, interaksi, dan pemahaman lintas budaya. 

Berikut adalah beberapa teori komunikasi antar budaya:

1.) Teori Dimensi Budaya Hofstede: mengidentifikasi enam dimensi budaya yang dapat digunakan untuk menganalisis perbedaan antar budaya: jarak kekuasaan, individualisme vs kolektivisme, maskulinitas vs feminitas, penghindaran ketidakpastian, orientasi jangka panjang vs jangka pendek, dan indulgensi vs pengekangan.

Dimensi-dimensi ini membantu memahami bagaimana nilai-nilai budaya memengaruhi gaya komunikasi dan perilaku. 

2.) Teori Adaptasi Komunikasi: Teori ini menjelaskan bagaimana individu menyesuaikan gaya komunikasi mereka ketika berinteraksi dengan orang-orang dari budaya yang berbeda. 

Adaptasi ini bisa berupa perubahan dalam bahasa, nonverbal, dan strategi komunikasi lainnya untuk meningkatkan pemahaman dan mengurangi kesalahpahaman. 

3. Teori Identitas: bagaimana identitas budaya seseorang memengaruhi persepsi dan interaksi mereka dalam konteks antarbudaya. 

Identitas budaya bisa menjadi sumber kekuatan dan kebanggaan, tetapi juga bisa menjadi sumber konflik dan kesalahpahaman. 

4. Teori Manajemen Ketidakpastian dan Kecemasan: menjelaskan bagaimana ketidakpastian dan kecemasan dapat muncul dalam komunikasi antarbudaya karena kurangnya informasi tentang norma dan nilai budaya orang lain. 

Individu berusaha untuk mengurangi ketidakpastian dan kecemasan ini dengan mencari informasi, membangun hubungan, dan mengembangkan strategi komunikasi yang efektif. 

5. Teori Konvergensi: bagaimana individu cenderung menyamakan gaya komunikasi mereka ketika berinteraksi dengan orang lain, terutama dalam konteks komunikasi antarbudaya. 

Konvergensi ini dapat terjadi secara sadar atau tidak sadar, dan tujuannya adalah untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dan mengurangi kesalahpahaman. 

6. Teori Sistem: cara komunikasi antarbudaya sebagai sistem yang kompleks yang terdiri dari berbagai elemen yang saling terkait, termasuk individu, budaya, dan lingkungan. Perubahan dalam satu elemen dapat mempengaruhi elemen-elemen lainnya dalam sistem. 

Komunikasi antarbudaya penting untuk membangun pemahaman, toleransi, dan kerja sama lintas budaya. Dalam era globalisasi, kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan orang-orang dari berbagai latar belakang budaya menjadi semakin penting untuk kesuksesan individu dan organisasi. Komunikasi antarbudaya yang efektif dapat membantu mencegah konflik, membangun hubungan yang positif, dan mempromosikan pertukaran ide dan pengetahuan. 

pertemuan ke 10

 Nama : Dini Aulia 

Nim : 1860304241037

Trilogi Ilmu 


Ilmu konotasi ada 3

1. Proes

2. Prosedur

3. Produk

Ide penelitian adalah GAP (sejarah / hiburan) jarak antara identitas atau teori dengan frenalitas / kenyataan.

ex : Perbedaan antara teori mengatakan 4 sehat 5 sempurna dan orang melakukan puasa namun orang yang berpuasa cenderung lebih pintar padahal merekan makan di waktu magrib yang belum tentu mereka berbukan dengan 4 sehat 5 sempurna.

Syarat ilmu sebagai Proses

1. Rasional : masuk Akal

2. Kognitif : menjadi Pengetahuan

3. Teleologis : ada tujuan tertentu yang ingin dicapai

Prosedur melalui ilmu ilmiah : 

Metode artinya cara, jadi bersifat praktis, metedologi ilmu tentang cara bersifat teori (praktek penelitian).

Produk adalah hasil proses dan prosedur.

ex : mata kuliah dari senin - kamis itu adalah hari proses dan prosedur.

Kesimpulan : ilmu itu berkaitan dengan 3p Proses, Prosedur, Produk, (trilogi ilmu).

Pertemuan 9

Nama : Dini Aulia

Nim : 1860304241037

Seputar Mimpi

 Pengertian secara bahasa dan etimologi. Menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Praktis (Yuwono, 1994), mimpi adalah sesuatu yang dialami seseorang pada waktu atau saat tidur. Sementara itu, menurut Nir dan Tononi (2009), mimpi merupakan pengalaman psikologis yang terjadi dalam tidur seseorang. Mimpi menunjukkan bagaimana otak manusia yang tidak terhubung dengan lingkungan sekitarnya tersebut dapat mengalami kondisi dunia sadar dengan sendirinya. Mimpi terjadi dengan hadirnya gambaran, ide, emosi, dan sensasi yang terjadi di luar kendali subjek dalam kondisi tidurnya. hal yang paling mencolok dari pengalaman kesadaran dalam kondisi tidur adalah sedemikian miripnya dunia yang hadir dalam mimpi dengan kondisi nyata saat tidak tidur (wakefulness).

Mimpi dalam bahasa Arab ru’ya ( الرؤيا) adalah mufrad dari “ ”ىَؤُرyang berarti “sesuatu yang dilihat manusia dalam tidurnya”. Dikatakan ُمُلُلحْا“ ”

artinyaالر اَؤي (mimpi) sedang bentuk jamaknya adalah “ مَالْحi (al-Uraini, 2003).

Mimpi sering juga disebut dengan ar-ru’ya, dan juga hulm. Hanya saja arru’ya biasanya dipakai untuk mimpi yang dialami oleh orang-orang shalih seperti halnya para Nabi. Mimpi merupakan aktifitas mental yang beroperasi ketika seseorang tidur. 

Adapun pengertian mimpi dalam terminologi banyak dikemukakan oleh para ahli atau pakar ilmu agama yang masing-masing definisi memiliki aspek kesamaan dan perbedaan. Mimpi merupakan pengalaman psikologis yang terjadi dalam tidur seseorang. Mimpi menunjukkan bagaimana otak manusia yang tidak terhubung dengan lingkungan sekitarnya tersebut dapat mengalami kondisi dunia sadar dengan sendirinya (Tononi, 2009). Mimpi terjadi dengan hadirnya gambaran, ide, emosi, dan sensasi yang terjadi di luar kendali subjek dalam kondisi tidurnya. mimpi dalam psikologi Islam adalah sebuah hal yang diakui keberadaannya karena terdapat dalam kedua sumber ajaran Islam yang tentunya memiliki fungsi dan tujuan, bahkan mimpi adalah bagian dari kenabian yang merupakan wahyu yang pertama seperti yang dikatakan oleh Ummul mukminin`Aisyah ra. Dari Aisyah beliau berkata: “Awal permulaan wahyu adalah penglihatan yang dalam tidur yang benar, Ia tidak melihat dalam mimpinya kecuali sebagaimana datang fajar kemudian Ia senang menyepi di gua Hira beliau melakukan tahannus untuk beberapa malam sebelum kembali kepada isterinya (Khadijah ra.)” . 

pertemuan ke 8

Nama : Dini Aulia

Nim : 1860304241037


Keterkaitan Mimpi & Filsafat Ilmu

keterkaitan mimpi dan filsafat ilmu adalah bagaimana mimpi dipahami dan diinterpretasikan dalam konteks pengetahuan dan pemikiran filosofis. 

a. mimpi adalah penghubung antara kondisi terjaga dan tertidur , seperti orang yang mengganggap besar permasalahan hidup. 

ex : montornya tergores (memikirkannya sudah sampai stress).

kita adalah apa yang kita lakukan berulang ulang. seperti saat orang tidak sadar tidur, pingsan, kondisi ketika roh di keluarkan dari jasad.

perempuan usahakan tidur dengan keadaan bersih karena jika masih make up maka tidak akan fress, menurut psikolog roh akan susah kembali ke jasad. dan jangan langsung berdiri ketika baru bangun tidur.

b. pakar psikologi mengatakan bahwa mimpi bukan hanya dorongan bawah sadar mereka semata, tetapi interpretasi dari pengalaman yang diperoleh ruh selama manusia tidur.

kita mau jadi apa tergantung dominasi pikiran kita.

Pertemuan ke 7

Nama : Dini Aulia

Nim : 1860304241037

Epistemologi dalam Ilmu Pengetahuan


 ~ Epistimologi adalah cabang filsafat yang membahas sumber, struktur, metode dan falidalitas pengetahuan.

ex : dulu panen padi hanya 1x sekarang bisa sampai 2/3x, itu dinamakan eksperimen dalam filsafat.

~ Sumber pengetahuan epistomologi dari panca indra dan akal. empiris dalam bahasa filsafat adalah yang bisa dilihat panca indra, syaratnya rasional.

ex : ananya tidak hamil (empiris), tapi dikirimi bayi (tidak masuk akal).

Adapun yang bisa di teliti sains :

1. Alam : biologi, kimia, fisika, geografi, hewan.

~ Cara memperoleh ilmu sains adalah paham filsafat yang mengajarkan bahwa manusia mampu mengatur dirinya dan sekitar.

(6)

 Nama : Dini Aulia

Nim : 1860304241037


Keguruan sains : Aksiologi

Studi atau program pendidikan yang menggabungkan prinsip-prinsip filsafat dengan bidang sains.

dari Sains - Telegram - Pager yang hanya untuk pesan harganya mahal 100-500, jaringan pun juga sering hilang. baru setelah itu muncul Hp dengan kartu telkomsel itupun jika harus mendapatkan signal harus dikerek ke atas tiang. tetapi sekarang sudah bisa digunakan dengan bebas, seiring banyak fitur di hp. tekonologi berkembang karna teori.

Teori adalah bahasa filsafat ekstrasi realitas secara singkat. sains dan teknologi basisnya  teori, bahwa orang butuh menyampaikan pesan. Teori semakin canggih perkembangan kmunikasi semakin hilang ruang  komunikasi. semakin update story semakin hilang rahasia. apapun yang masuk media sosial bukan lagi wilayah personal.

# kegunaan teori 

1. Eksplanasi : menjelaskan fenomena iklim bisa berubah karena kegiatan manusia, perubahan orbit bumi, ac, kipas dan lampu. sistem penjelas ada mitos, local wisdem. dan fungsi sains sebagai eksplanasi.

2. Prediksi / Meramal : ex, 5 tahun kedepan jika situasi panas berterusan tidak ada orang yang bertahan di ruangan tanpa ac > memperkirakan kenyataan masa depan dengan ?

ex, Orang sukses bangunnya lebih pagi di banding orang kebanyakan > pendukung ramalan.

- prediksi ditentukan 3 hal :

1. kekuatan teori 

2. kepandaian dan kecerdasan ilmuan

3. ketersediaan data

3. Alat pengontrol : Dalam filsafat, logika merupakan alat pengontrol utama. Logika digunakan untuk memastikan validitas argumen dan prinsip-prinsip penalaran dalam pemikiran filosofis. Selain itu, aksiologi juga berperan sebagai alat pengontrol nilai-nilai yang melekat pada ilmu pengetahuan dan kehidupan. 

- Teori mengatakan orang bercerai mengakibatkan anak-anak nakal, tetapi kita bisa mengontrol dengan menjalin komunikasi ataupun di pondokkan. 

-  Aksiologi adalah cabang filsafat yang menjelaskan kegunaan ilmu pengetahuan.

(5)

Nama : Dini Aulia

Nim : 1860304241037


Cabang Filsafat : Ontologi

Ontologi adalah cabang filsafat yang mempelajari hakikat yang ada, termasuk struktur dan sifat realitas. Ontologi juga berusaha menjawab pertanyaan mendasar seperti "Apakah yang ada?" atau "Apakah realitas itu?". 

Ontologi dalam kehidupan sehari-hari

Contoh ontologi dalam kehidupan sehari-hari adalah meja, di mana kita menggunakan realitas tentang meja. 

Contoh ontologi dalam hubungan pertemanan adalah ketika kita berpisah dengan sahabat SD kita, tetapi kita tetap mengenalinya kembali setelah 15 tahun. 

Ontologi dalam ilmu pengetahuan

Ontologi berperan sebagai landasan filosofis dalam ilmu pengetahuan. 

Ontologi ilmu pengetahuan membantu memahami struktur dasar realitas dengan memetakan entitas, relasi, dan sifat. 

Contoh penerapan ontologi dalam ilmu kesehatan adalah dalam pengelolaan penyakit kronis, seperti diabetes. 

Pandangan-pandangan pokok pemikiran dalam ontologi Monoisme, Dualisme, Pluralisme, Nihilisme, Agnostisisme. 

Metode berpikir ontologis 

Menggunakan kategori-kategori seperti ada, menjadi, aktualisasi, potensialisasi, nyata, penampakan, esensi, eksistensi, kesempurnaan, ruang, waktu, dan perubahan.

Pertemuan ke 3

 deduktif adalah fenomena umum yang kemudian menemukan kasus khusus kalau ada yang keluar dari fenomena umum disebut sebagai ANOMALI. 

cara berfikir adalah penentu keberadaan individu, sosial, dan masyarakat. dan jenis cara berfikirnya : 

1. intuitif : fokus pada solusi cepat, bukan analisis masalah bahkan tidak tau masalahnya.

2. empiris : berfikir berdasarkan pengalaman. menghasilkan pengetahuan berbasis kearifan lokal.

3. berfikir ilmiah : berfikir dengan mengacu pada prosedur keilmuan secara sistematis, metodologis, dan operasional.

masalah itu istilah ilmiahnya yaitu GAP kesenjangan antara IDEALITA (seharusnya) dengan RIALITAS (kenyataan).

Pertemuan ke 2 Filsafat Ilmu

 Ilmu Pengetahuan sebagai Fenomena Kemanusiaan

yang membedakan manusia dengan makhluk lain adalah penciptaan manusia yang berilmu. ada 3 alasan mengapa manusia harus berilmu :

1.) Manusia tidak bisa hidup di alam asli

2.) Manusia merupakan makhluk yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah dilakukan dan dicapainnya.

3.) Ilmu juga berkembang dan sekaligus menjadi kebutuhan karena manusia merupakan makhluk yang memiliki kebutuhan akan jawaban atas pertanyaan tentang "makna" sebagai sesuatu yang bersifat material dan batin.


pertemuan ke 1 filsafat ilmu

3 Maret, 2025 hari pertama masuk mata kuliah Filsafat Ilmu dengan Dosen Pengampu Bapak Prof. Dr. Ngainun Na'im im, S.Ag, M.HI.

Beliau berkata 'Sesuatu tidak akan sulit dikerjakan jika kita suka dengan apa yang kita lakukan' jadi jangan under intimate (sebelum melakukan sudah membuat kesimpulan). jangan dibuat berat.

Beliau juga menambahkan jika hal yang paling sulit dalam kehidupan ini mencari kata 'Kebenaran'. dan ada 2 kebenaran yanng dapat dipercaya yaitu ' Up Solut & Relatif '

Sekarang kita membahas tentang Filsafat Ilmu 
Secara bahasa ada 2 yaitu 'Philo > Cinta' & 'Sofi > Hikmah', Sedangkan secara istilah adalah Berfikir secara Kritis, Sistematis, Meteodologis, & Logis.

Bagaimana cara menjadi warga negara yang baik di era digital seperti saat ini?

Dini Aulia Rahma, lahir di Blitar pada 26 Desember 2005 dan sekarang menetap di Blitar. Menyelesaikan pendidikan dasar di MI Islam Gading pada tahun 2012 - 2018, dan melanjutkan pendidikan di Mts 8 Blitar tahun 2018 -2021 dan Man 1 Blitar tahun 2022- 2024. Sekarang, tengah menempuh studi Komunkasi dan Penyiaran Islam satu semester di Universitas Sayyid Ali Rahmatullah. 


Bagaimana cara menjadi warga negara yang baik di era digital seperti saat ini?

Dalam menjadi warga digital yang baik, perlu kemampuan untuk berpikir kritis, pandai memilih teman di dunia digital, dan gotong royong serta kolaborasi dalam mengampanyekan literasi digital. “Jaga jarimu dan terapkan nilai-nilai Pancasila”. Berperilaku Etis dan Bertanggung Jawab: Warga negara yang baik menjaga integritas mereka dengan bersikap jujur, adil, dan bertanggung jawab dalam segala tindakan. Mereka juga memperhatikan dampak tindakan mereka terhadap lingkungan dan sesama.

 Cara Manfaatkan Teknologi dengan Bijak

  1. Tidak menggunakan internet untuk menyontek saat ujian.
  2. Menggunakan acuan materi yang sudah dipastikan kebenarannya.
  3. Menggunakan media sosial secukupnya.
  4. Memanfaatkan gadget dengan bijak.
  5. Belajar mengatur waktu menggunakan gadget dan internet.

contoh perilaku warga digital yang baik, dengan Menghormati privasi orang lain adalah salah satu prinsip utama dalam etika digital. Jangan membagikan informasi pribadi orang lain tanpa izin mereka. Ini termasuk foto, video, nomor telepon, alamat, dan informasi pribadi lainnya.
5 Keahlian Yang Menunjang Karier Di Era Dunia Digital | SAC
  • Pengembangan mental dan kognitif.
  • Literasi digital dan komputasi.
  • Kecerdasan menganalisis data.
  • Kecerdasan emosional dan sosial.
  • Pola pikir kreatif dan inovatif.

Tips Menghadapi Kemajuan Teknologi dan Digitalisasi Di Era Modern
  1. Terus Beradaptasi.
  2. Memanfaatkan Teknologi secara Optimal.
  3. Bijak Menggunakan Teknologi.
  4. Dapatkan Pendidikan di Bidang Teknologi.
  5. Buat Inovasi dengan Mengandalkan Teknologi.

dan saya juga mengutip dari sumber lain

 Menjadi warga negara yang baik di Era Serba AI

Oleh: Tesalonika Abigail Eikwine Mangkang | PPTI 13 | 2502041546

Pada masa kini perkembangan teknologi sedang marak-maraknya karena telah memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap cara kita berinteraksi dan mendapatkan informasi. Semua kecanggihan dan kemajuan teknologi dapat dirasakan oleh semua orang pada zaman sekarang ini. Tak jarang banyak yang menganggap teknologi adalah solusi untuk permasalahan yang sedang dialami karena memungkinkan kita untuk mendapatkan lebih banyak informasi dari berbagai sumber dengan cara yang tergolong mudah. Di sisi lain, membentuk masyarakat cerdas dalam menggunakan teknologi informasi tak semudah itu dan tak jarang banyak orang  salah menggunakan teknologi karena kurangnya pemahaman tentang  menggunakan teknologi secara baik dan benar. Selain sangat membantu kehidupan dimasa kini, Adapun konsekuensi yang harus dihadapi masyarakat akibat adanya kemajuan teknologi yang sangat pesat yaitu penyebaran informasi yang tidak benar atau yang sering disebut dengan hoax.


Hoax adalah informasi yang sengaja dibuat untuk menipu atau menyesatkan orang lain. Di era digital, Hoax bisa menyebar dengan sangat cepat dan mudah, terutama melalui media sosial. Hoax dapat mengakibatkan kerugian keuangan dan reputasi yang serius dan bahkan mengancam keselamatan dan kesehatan. Dalam kasus ini, literasi digital merupakan hal yang penting untuk dilakukan pada generasi milenial untuk menjadi warga negara yang baik dan cerdas di Era digital ini.


Literasi digital merujuk pada kemampuan seseorang untuk memahami, menggunakan, dan berpartisipasi dalam dunia digital dengan cerdas. Literasi digital sangat penting di era teknologi karena teknologi mulai mendominasi kehidupan sehari-hari setiap orang. Kemampuan dalam menerima informasi dengan benar diperlukan agar dapat mencegah masalah terkait penyebaran hoax, kejahatan siber, dan penipuan. Literasi digital memberikan manfaat bagi kehidupan seperti menghemat waktu, belajar menjadi cepat, menghemat uang, membuat lebih aman, membuat keputusan yang tepat, dan yang paling penting adalah terhindar dari permasalahan yang tidak diinginkan.


Menjadi warga negara yang baik dan cerdas tidak semata tentang pintar dalam menguasai teknologi tetapi juga bagaimana kita dapat menggunakan teknologi agar dapat bermanfaat. Dengan pemahaman digital yang dimiliki dapat mengurangi resiko terkena masalah dan tentunya dapat mengambil Tindakan yang tepat jika terjadi masalah. Meskipun demikian, literasi digital tidak akan berhasil tanpa kesadaran dari diri kita sendiri untuk itu tentu saja kita harus menanamkan kepribadian bangsa Indonesia dalam menggunakan teknologi. Marilah kita sebagai warga Negara Indonesia menjadi warga negara yang baik dan cerdas di era digital ini.

Cara Menanam Bunga Mawar, Syarat Tumbuh, Budidaya, dan Perawatan

 

Cara Menanam Bunga Mawar, Syarat Tumbuh, Budidaya, dan Perawatan




Berikut cara budidaya tanaman bunga mawar, syarat tumbuh, serta perawatannya. Ada beberapa langkah yang mesti dipenuhi agar mawar tumbuh dengan baik.



- Cara menanam bunga mawar dapat dilakukan dengan mudah, asalkan sesuai dengan tahapan perawatan. Terdapat beberapa syarat yang mesti dipenuhi agar budidaya dapat berjalan lancar sehingga bunga mawar dapat tubuh dengan baik. Mawar adalah tumbuhan perdu yang memiliki batang berduri. Bunga dari tanaman ini terbilang menarik, karena warnanya yang mencolok dan berbau wangi. Bunga mawar liar terdiri dari 100 spesies lebih, kebanyakan tumbuh di belahan bumi utara yang berudara sejuk.
 Spesies ini umumnya merupakan tanaman semak yang berduri atau tanaman memanjat yang tingginya mencapai 2-5 meter. Mawar tergolong salah satu tanaman favorit karena dianggap sebagai simbol kasih sayang dan cinta. 
Tidak heran jika kemudian bunga mawar banyak dipakai sebagai dekorasi di acara pernikahan atau di momen romantis bersama pasangan. Selain bentuk yang unik, bunga mawar juga mempunyai berbagai macam jenis dan warna yang indah. 
Bunga dari tanaman ini tidak hanya berwarna merah, tetapi juga ada yang memiliki corak kuning, pink, putih, ungu, kuning, hitam, dan marun. 
Budidaya bunga mawar bisa jadi bisnis yang sangat menguntungkan karena peminatnya juga cukup banyak. Menanam tanaman ini juga bisa dijadikan sebagai hobi. 
Syarat Tumbuh Bunga Mawar Melansir laman GDM, sebelum memulai budidaya, pahami terlebih dahulu beberapa syarat agar tanaman mawar dapat tumbuh dengan baik: Memiliki curah hujan sekitar 1500-3000 mm per tahun; Mendapatkan sinar matahari selama 5-6 jam per hari. Akan lebih baik jika ditanam di daerah yang mendapat sinar matahari cukup; Bunga mawar cocok ditanam di tanah liat berpasir (kandungan liat 20-30%), gembur, subur, drainase dan aerasi yang baik serta mengandung bahan organik yang tinggi; Jenis tanah latosol dan andosol yang berpori; Memiliki pH tanah yang sesuai sekitar 5,5-7,0; Memiliki ketinggian sekitar 560-800 mdpl dan suhu udara minimal 16-18°C dan maksimal 28–30°C. Tahapan Budidaya Bunga Mawar Dalam budidaya bunga mawar, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Berikut langkah-langkah yang mesti ditempuh untuk menanam bunga mawar sesuai laporan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng: Menyiapkan bibit Bibit bunga mawar dapat diperoleh melalui banyak cara seperti okulasi, stek batang, mencangkok, atau menanam biji. Bagi pemula yang ingin mendapatkan hasil instan, dapat membelinya di penjual bibit bunga. Para penjual bibit tersebut biasanya menempatkan bibit di polybag dan telah dirawat selama lebih dari setengah tahun. Proses memilih bibit ini akan menentukan kualitas bunga mawar yang dihasilkan. Menyiapkan lahan dan media tanam Untuk menanam bunga mawar, anda perlu menyiapkan lahan dengan membuat beberapa lubang. Ukuran diameter lubang yang dibuat sekitar 15 cm dengan kedalaman sekitar 35 cm. Lalu, tanam setiap bibit di lubang yang telah dibuat. Bibit yang telah ditanam tersebut mesti disiram hingga basar, tetapi jangan sampai menggenang. Perawatan Tanaman Bunga Mawar Cara untuk merawat tanaman bunga mawar antara lain: 1. Anda perlu menyiangi rumput liar dan gulma yang biasanya tumbuh di sekitar tanaman bunga mawar. 2. Bunga mawar perlu diberi pupuk secara rutin sekitar 3-4 bulan sekali. Dosis pupuk yang diberikan sesuai dengan kondisi tanaman. Pemupukan dapat dilakukan dengan memberi pupuk NPK sebanyak 5 gram per tanaman. 3. Jangan lupa untuk menyiram tanaman bunga mawar. Hal ini sangat penting terutama ketika masih dalam fase pertumbuhan. Penyiraman dapat dilakukan minimal 1 kali dalam sehari. Waktu penyiraman paling baik adalah pagi dan sore hari karena saat itu suhu udara tidak begitu panas. Dengan cuaca itu, air yang disiramkan tidak akan mudah menguap. 4. Pada masa pertumbuhan, terutama setelah bunga tumbuh, tanaman mawar perlu dipangkas batangnya. Hal ini dilakukan supaya tanaman mendapatkan batang yang kuat, menumbuhkan tunas muda baru yang dapat meningkatkan produktivitasnya, peremajaan tanaman, serta menjaga kesehatan tanaman.